GEOFISIKA

Sebagai lulusan Geofisika, saya merasa bahwa ‘Geofisika’ masih terdengar asing bagi kebanyakan mereka khalayak umum (awam). Jadi apa itu geofisika?

Geofisika (Geophysics) merupakan suatu cabang ilmu kebumian yang mempelajari bumi dari sifat-sifat, prinsip-prinsip fisikanya. Sebagaimana seorang geofisika disebut geofisikawan (geophysicist). Apa yang dilakukan seorang geofisikawan? Singkat kata, kegiatan dalam geofisika adalah Survey Kebumian… survey, survey, dan survey! Survey ini mencakup kegiatan akuisisi data (pengukuran), analisa data, dan interpretasi. Survey/penelitian geofisika ini dilakukan untuk mengetahui kondisi bawah permukaan bumi, dengan cara melakukan pengukuran dari atas permukaan bumi terhadap parameter-parameter fisika batuan di dalam bumi. Dari pengukuran itu lalu dapat diinterpretasikan/ditafsirkan bagaimana keadaan/gambaran dari interior bumi.

 

strukturbumiSkema interior/struktur bumi (sumber:ensiklopedi sains-DK)

 

Penampang seismik sebagai gambaran kondisi geologi bawah permukaan.

 

Jadi, bagaimana dengan penerapan ilmunya? Sebenarnya ilmu geofisika dapat diterapkan secara luas selama berkaitan dengan Bumi (ada juga yang mengatakan bahwa meteorologi (udara) dan oseanografi (laut) juga termasuk). Namun dalam skala berbeda, geofisika umumnya diterapkan pada kegiatan bidang energi yaitu eksplorasi minyak dan gas bumi, mineral, dan bahan tambang seperti batu bara. Selain itu dalam hal mitigasi bencana alam (gunung-api, gempa bumi), atau dalam bidang sipil (geoteknik), maupun untuk penelitian sains alam.

Dunia Geofisika merupakan bidang yang memadukan ilmu Geologi, Fisika, Matematika, Elektronika, dan Pemprograman Komputer untuk mengerti bagaimana bumi itu. Memang terlihat kompleks, karena bagaimanapun juga bidang geofisika membutuhkan teknologi alat ukur yang presisi, sensitif, dengan objek yang diukur adalah bumi dengan sifat fisikanya yang khas.

Kegiatan geofisika dilakukan dengan menggunakan metode-metode tertentu, berdasarkan parameter fisika yang bersangkutan (seperti metode seismik/gempa, metode gravitasi, geolistrik, magnetik, dll). Pada dasarnya, metode geofisika dapat digolongkan menjadi Metode Aktif dan Metode Pasif. Metode aktif dilakukan dengan membuat suatu aksi (medan gangguan/usikan buatan) yang kemudian dilakukan pengukuran terhadap respon bumi terhadapnya, seperti dengan meledakkan suatu dinamit yang menghasilkan gelombang yang merambat melalui batuan bumi dan dari jarak tertentu akan diukur. Sedangkan metode pasif dilakukan dengan mengukur langsung medan fisika alami bumi. Lebih jauh lagi, dapat digolongkan juga menjadi metode seismik dan metode non-seismik. Dan lebih spesifik lagi, macam metode-metode geofisika dapat dijabarkan sebagai berikut (mengacu dari catatan kuliah) :

METODE GEOFISIKA

1. Metode Seismik;

a. Seismik Aktif;

Seismik refleksi; seismik refleksi laut, darat, transisi (laut-darat)

– Seismik refraksi; seismik refraksi laut, darat, transisi (laut-darat)

b. Seismik Pasif;

– Non-tremor; seismologi gelombang seismik (P,S,R,L wave), tomografi pasif

– Tremor; vulkanologi

2. Metode Non-Seismik;

a. Non-seismik Aktif;

– CS-AMT (Controlled Source – AudioMagnet0Telluric)

– CS-MT (Controlled Source – MagnetoTelluric)

– EM (Electromagnetic)

– IP (Induced Potential)

Geolistrik

– Georadar

b. Non-sesimik Pasif;

– Radioaktif (gamma-ray)

– Suhu

– SP (Spontaneous Potential)

– Magnetik

Gravitasi

– AMT (Audio Magnetotelluric)

– MT (Magnetotelluric)

 

Penjelasan singkat dan perbedaan antara beberapa metode tersebut, seperti yang saya pelajari, yakni :

metode gf(sumber : wikipedia)

 

Tidak sedikit yang bertanya,” apa beda geofisika dengan geologi?”

Geofisika dapat dibilang cabang dari ilmu geologi. Ilmu geologi itu sangatlah luas. Ditinjau dari bagaimana mereka bekerja, objek pengamatan seorang geolog adalah objek geologi di atas permukaan bumi, seperti singkapan batuan dan mineral, atau suatu bentang alam. Dari objek apa yang diperolehnya (secara langsung) kemudian sang geolog itu mampu memprediksikan kondisi geologi di atas dan bahkan bawah permukaan, sejarah geologis apa yang telah terjadi di daerah itu, tentunya berdasarkan kaedah-kaedah logis geologi. Sedangkan seorang geofisikawan, dia melakukan pengamatan dari atas permukaan, menggunakan teknologi (mungkin bisa dikatakan sebagai pengamatan tidak langsung) untuk memetakan gambaran di bawah permukaan bumi sebagai objek pengamatannya. Ya, hasil akhirnya berupa image (gambar) penampang kondisi bawah permukaan yang kemudian perlu ditafsirkan berdasarkan kaedah geologi dan fisikanya. Pastinya hasil geofisika dapat memperkuat hasil geologi, dan sebaliknya.

Sedangkan ditinjau dari perlengkapannya, biasanya geolog berbekal (standar) palu geologi, kompas geologi, jurnal pengamatan, peta. Dan bagi geofisikawan, selain perlengkapan standar geologi tersebut juga pastinya membawa peralatan sesuai metode geofisika yang akan digunakan, dimana terkadang cukup merepotkan dan memerlukan tim yang sedikit lebih banyak untuk membawa gulungan-gulungan kabel, aki mobil (bahkan aki truk), dan alat primernya yang tidak ringan dan perlu perlakuan khusus (hati-hati).

 

Seorang geolog dengan palu geologinya (sumber:www.geosc.psu.edu)

Tim geofisika dengan teknologi geolistriknya (sumber:dokumentasi praktikum)

 

Bicara mengenai prospek kerja, geofisikawan umumnya dapat mengabdi di sektor perminyakan dan gas bumi, pertambangan, mitigasi bencana alam, geotermal, seismologi, lingkungan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: