Archive for GeoLandscape

LANDSCAPE

Posted in Geologi with tags , , , on December 11, 2009 by rachelyanna

1. Cuesta

Cuesta adalah punggung bukit /perbukitan curam yang terbentuk dari lapisan batuan sediment pada struktur homoklinal. Memiliki lereng yang curam dimana terlihat lapisan-lapisan batuan pada tepi lerengnya.

2.Hogback

Merupakan barisan perbukitan homoklinal yang terbentuk dari monocline. Tersusun atas kemiringan lapisan batuan yang menonjol dari lingkungan sekitarnya. Memiliki kemiringan/kecuraman lebih dari 30o – 40o dengan kemiringan yang hampir simetris pada setiap punggung bukit.

3. MessaMerupakan dataran tinggi dengan permukaan atas yang datar dan sisi tebing yang curam. Umumnya terbentuk dari pengangkatan lapisan horisontal batuan oleh kegiatan tektonik. Messa merupakan karakteristik dari bentang alam yang kering.

4. ButteAdalah suatu bukit terisolasi yang curam yang umumnya memiliki sisi vertical, datar di permukaan atas dan lebih kecil dibandingkan Messa.

5. Braided StreamSalah satu tipe saluran (stream) sungai dimana saluran tersebut terdiri atas jaringan-jaringan saluran yang lebih kecil yang bercabang-cabang. Terjadi di sungai dengan kemiringan tinggi atau karena timbunan sediment yang besar.

6. Meandering StreamSecara umum merupakan anak sungai yang berliku-liku. Terbentuk ketika air dalam aliran sungai mengikis tepi sungai atau lembah yang lebar.

7. Alluvial FanAlluvial fan adalah endapan yang berbentuk seperti kipas dan terbentuk ketika aliran sungai mendatar, melambat dan menyebar. Alluvial fan umumnya terdapat pada pintu keluar dari jurang/ngarai ke suatu dataran yang polos.

8. MogoteMogote tampak seperti bukit-bukit kapur yang pada umumnya terdapat di sepanjang garis pantai. Memiliki bentuk khas yang membulat dengan tinggi kurang dari 25m dan diameter antara 10 – 200m. Mogote merupakan struktur geomorfologis yang dapat ditemukan di kawasan Karibia, khususnya di Kuba.

9. Uvala

Uvala merupakan kumpulan cekungan-cekungan depresi yang saling terhubung. Dapat juga disebut dengan kumpulan beberapa doline.

10. DolineBentang alam depresi yang berbentuk seperti cekungan. Memiliki ukuran mulai dari lubang kecil di tanah dengan diameter kurang dari 1 meter hingga jurang besar berkedalaman dan diameter puluhan hingga ratusan meter.

11. KalderaKaldera (caldera) adalah kawah (umumnya pada gunung berapi). Terbentuk dari runtuhnya tanah/dataran sebagai akibat dari erupsi gunung berapi. Keruntuhan dapat disebabkan karena kosongnya dapur magma paska erupsi besar gunung berapi.

12. Cinder ConeCinder cone (scoria cone) adalah bukit berbentuk kerucut yang curam. Terbentuk dari akumulasi fragmen-fragmen vulkanik di sekitar suatu lubang vulkanik dan terbentuk dari material piroklastik. Cinder cone dapat berukuran berkisar puluhan hingga ratusan meter.

13. Volcanic NeckVolcanic neck (volcanic plug/lava neck) adalah bentang alam gunung berapi yang terbentuk ketika magma mengeras atau membeku di dalam lubang vulkanik pada gunung berapi aktif.

14. DuneDune merupakan bukit pasir (umumnya di padang pasir). Terbentuk karena tumpukan pasir besar yang terkumpul bersama karena tiupan/hembusan angin. Dune memiliki bermacam bentuk dan ukuran tergantung pada pengaruh dari hembusan angin.

15. LoessMerupakan endapan sediment yang sangat halus yang terendapkan karena angin. Endapan sediment Loess dapat memiliki ketebalan dari beberapa sentimeter hingga beratus-ratus meter.

16. Sea StackBentang alam geologi, umumnya berbentuk tiang batu vertikal di pantai atau di laut dekat pantai. Sea stack terbentuk ketika air (laut) mengikis tanjung daratan.

17. Barrier ReefBarrier reef (karang penghalang) merupakan kumpulan/gugusan terumbu karang yang besar sebagai pemisah antara samudera dengan laguna. Barrier reef yang terkenal adalah Great Barrier Reef di Laut Koral, Queensland, Australia.

18. AtolSuatu pulau koral (karang) yang mengelilingi sebuah laguna, baik sebagian maupun seluruhnya. Sebagian besar terletak di Samudera Pasifik, dan hanya dapat ditemukan di perairan tropis dan subtropis.

19. Sea ArcSuatu lengkungan alami atau jembatan alami yang terbuat dari batu. Terbentuk sebagai hasil dari pengikisan oleh air laut terhadap tebing batuan di tepi pantai.

Advertisements

Geomorfologi

Posted in Geologi with tags , , on December 11, 2009 by rachelyanna

GEOMORFOLOGI

Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang roman permukaan dan bentang alam muka bumi, termasuk di dalamnya mempelajari tentang proses pembentukannya. Geomorfologi, dari bahasa Yunani dari kata Ge = bumi, morfe = bentuk dan logos = mempelajari. Geomorfologi erat kaitannya dengan struktur geologi, tipe batuan, dan iklim regional/lokal.

 

Proses Geomorfik

Proses geomorfik merupakan segala perubahan fisika dan kimia yang berakibat pada bervariasinya roman permukaan bumi.

1. Proses eksogenik; proses geomorfik yang disebabkan tenaga dari luar kulit bumi (air, angin, es).

  • Gradasi; proses pembentukan bentang alam secara positif (sedimentasi).
  • Degradasi; proses eksogenik secara negatif (pelapukan, erosi).

2. Proses endogenik; proses geomorfik yang diakibatkan oleh tenaga dari dalam bumi.

  • Diastropisme; proses deformasi yang besar dari dalam bumi.
  • Vulkanisme; proses keluarnya magma dari dalam bumi.

3. Proses ekstraterestrial; proses geomorfik dari angkasa luar.

.

TIPE BENTANG ALAM

Bentang alam (landform) permukaan bumi menurut Van Zuldam (1979), diklasifikasikan berdasarkan asal terbentuknya atau genesisnya dibagi menjadi :

  1. Bentang alam alluvial
  2. Bentang alam struktural
  3. Bentang alam kars
  4. Bentang alam eolian
  5. Bentang alam laut dan pantai
  6. Bentang alam vulkanik
  7. Bentang alam glacial dan periglasial

1. Bentang Alam Alluvial

Bentang alam alluvial adalah bentang alam yang terbentuk dari proses yang berkaitan dengan air permukaan/aliran sungai (proses fluvial). Sungai itu sendiri dapat dibedakan berdasar keberadaan saluran yang tetap menjadi :

  • Stream; aliran sungai belum memiliki saluran yang tetap (masih dapat berpindah).
  • River; aliran sungai telah memiliki saluran yang permanen.

Sungai dapat diklasifikasikan kembali berdasarkan stadium erosinya menjadi :

  • Sungai muda; bercirikan erosi vertical efektif, relative lurus dan mengalir di atas batuan induk, tidak terjadi sedimentasi, dan penampang berbentuk V.
  • Sungai dewasa; bercirikan erosi lateral efektif dan relatif kecil, terdapatnya cabang-cabang sungai dan penampang berbentuk U.
  • Sungai tua; bercirikan erosi lateral sangat efektif dengan aliran berliku-liku (meander), anak sungai relatif lebih banyak dibandingka dengan sungai dewasa.

Proses Fluvial

Proses fluvial adalah suatu proses baik kimia maupun fisika yang menyebabkan perubahan bentang alam/bentuk permukaan bumi karena pengaruh air permukaan. Proses fluvial dapat diklasifikasikan menjadi :

  • Erosi; proses terkikisnya batuan (abrasi, korosi, coring, scouring)
  • Transportasi; proses terangkutnya material-material hasil erosi.
  • Sedimentasi; proses terendapnya material hasil erosi yang telah mengalami proses transportasi.

Proses transportasi dan sedimentasi sangat dipengaruhi oleh faktor kekentalan, kepekatan dan kecepatan aliran sungai.

2. Bentang Alam Eolian

Bentang alam eolian adalah bentang alam yang terbentuk sebagai pengaruh dari angin. Dalam hal ini, bentang alam eolian akan lebih terlihat di daerah gurun (gurun pasir) karena sedikitnya faktor penghalang dan ketiadaan faktor pengikat oleh material-material bebas.

Di daerah ini, proses pembentukan yang terjadi pada umumnya meliputi proses pengikisan oleh angin dan proses sedimentasi. Proses sedimentasi (pengendapan) oleh angin ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

1. Dune; merupakan bukit yang terbentuk sebagai hasil dari timbunan pasir oleh hembusan angin. Dune akan sangat dipengaruhi oleh kuatnya hembusan dan kecepatan angin, bentuk dari permukaan dan adanya rintangan.

Dune memiliki berbagai macam tipe, yaitu :

  • Star dune; dune dengan banyak punggung bukit pasir ridge yang bertemu pada satu titik.
  • Transverse dune; dune yang terbentuk di sepanjang jejak angin.
  • Barchan; bukit pasir lengkung bertanduk.

2. Loess; merupakan daerah yang luas yang tertutup oleh material-material halus.

3. Bentang Alam Vulkanik

Bentang alam vulkanik adalah bentang alam yang terbentuk sebagai akibat dari proses atau kegiatan vulkanisme/gunung berapi. Vulkanisme dibagi dalam menjadi tiga macam :

  • Vulkanisme letusan; vulkanisme pada magma yang bersifat basa dan kental. Memiliki karakteristik letusan yang kuat dan umumnya menghasilkan material piroklastik serta membentuk gunung api terjal.
  • Vulkanisme lelehan; vulkanisme pada magma asam dan bersifat encer, dimana vulkanisme ini memiliki letusan yang lemah. Vulkanisme jenis ini akan membentuk gunung api jenis perisai.
  • Vulkanisme campuran; vulkanisme pada magma intermediate, umumnya membentuk gunung api strato.

Gunung api dapat dibedakan berdasarkan tipe erupsinya menjadi :

  • Tipe Hawaii (perisai); tipe gunung ini memiliki tipe vulkanisme lelehan dengan bentuk kubah yang relatif landai, umumnya tedapat kaldera.
  • Tipe Krakatau; memiliki tipe vulkanisme lelehan dan letusan.
  • Tipe Pelee; memiliki tipe vulkanisme letusan dengan bentuk bentang gunung kerucut.

Berdasarkan penampakan morfologi, bentang alam gunung api diklasifikasikan menjadi :

  • Depresi vulkanik; umumnya berupa bentang alam cekungan. Depresi vulkanik dapat berupa danau vulkanik, kawah, dan kaldera.
  • Kubah vulkanik; bentang alam yang memiliki bentuk cembung ke atas, berupa Parasite cone, Cinder cone.
  • Vulkanik semu; bentang alam yang mirip gunung api, bahkan dapat terbentuk karena proses vulkanisme yang berdekatan.
  • Dataran vulkanik; dicirikan dengan puncak vulkanik yang datar dan memiliki perbedaan/variasi perbedaan ketinggian yang tidak terlalu mencolok. Dataran vulkanik berupa dataran rendah basal, plato basal, dan dataran plato basal.